Garuda Indonesia berminat layani rute penerbangan Kalimarau

Garuda Indonesia berminat layani rute penerbangan Kalimarau
Senin, 26 Maret 2012

Bandara Kalimarau

ilustrasi : Bandara Kalimarau
Garuda Lirik Rute Kalimarau Tanjung Redeb

Meski belum beroperasi secara penuh, Bandara Kalimarau Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menarik minat sejumlah maskapai penerbangan untuk ikut serta meramaikan jalur penerbangan menuju bandara yang dibangun dengan dana sekitar Rp 500 Miliar tersebut.

Setelah sebelumnya pihak Sriwijaya air menambah jadwal keberangkatan dan kedatangannya menuju bandara tersebut menjadi 2 kali sehari dan 3 kali pada akhir pekan, kini satu lagi maskapai penerbangan nasional yang akan menambah rute barunya menuju Kalimarau. Menurut rencana dalam waktu dekat maskapai nasional lainnya Garuda Indonesia juga akan ikut serta dalam meramaikan jalur dari Balikpapan menuju Berau, sebagai bagian dari pembukaan rute baru perusahaan tersebut.

Kabar tentang tertariknya perusahaan BUMN itu untuk terbang ke Kalimarau disampaikan langsung oleh Bupati Berau Makmur HAPK. Menurutnya sejauh ini pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan manajemen Garuda tentang kepastian tersebut.

Pembicaraan itu, menurut orang nomor satu di bumi Baitiwakkal ini dilangsungkan di sela-sela kunjungan pihak eksekutif ke Jakarta beberapa waktu lalu yang difasilitasi oleh pemilik dari kelompok usaha Bosowa, Aksa Mahmud. “Sudah ada antara Pak Aksa dengan pihak Garuda kemarin kita ke Jakarta kita belum tahu lagi tapi ada kemungkinan garuda akan masuk kesini,” katanya.

http://www.tribunnews.com

Cara Menampilkan Jam Garuda

TINGGAL COPAS

NB :

JGN LP HILANGKAN TANDA /

 

<p align=”center”><div style=”text-align:center;width:200px;height:200px;margin:0 auto;”>[/gigya width="200" height="200" src="http://www.widgipedia.com/widgets/orido/Jam-Garuda-Indonesia-4639-8192_134217728.widget?__install_id=1248327469976&amp;__view=expanded" quality="autohigh" loop="false" wmode="transparent" menu="false" allowScriptAccess="sameDomain" ]</div></p>

PULAU DERAWAN

 

Pulau Derawan

Lokasi Pulau Derawan di Kepulauan Derawan

Pulau Derawan terletak di Kepulauan DerawanKecamatan DerawanKabupaten BerauKalimantan Timur Satuan morfologi Pulau Derawan adalah dataran pantai bertopografi datar. Pantai pasir memiliki kemiringan lereng sekitar 7° – 11° dengan lebar 13,5 – 20 meter.

Pulau Derawan telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2005.

Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Terdapat beraneka ragam biota laut di sini, diantaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobsterikan pipa (ghostpipe fish),gurita (bluering octopus), nudibranchskuda laut (seahorses), belut pita (ribbon eels) dan ikan skorpion (scorpionfishes).

Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall” karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).

 

Keanekaragaman Biota Laut di Pulau Derawan

Pulau Derawan adalah pulau yang berada Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Meski hanya sebuah pulau yang terbilang kecil, kabupaten Berau juga menyimpan berbagai potensi wisata yang Indah. Pulau Derawan sebenarnya merupakan salah satu pulau utama di kepulauan Derawan. Namun, di antara pulau-pulau di kepulauan Derawan, hanya Pulau Derawan dan Pulau Maratualah yang memiliki sumber air tawar. Oleh karena itu, di dua pulau ini banyak didirikan resort atau penginapan.

Pulau Derawan juga disebut-sebut sebagai surga tropis yang sempurna. Bahkan ada yang bilang, pesona pantai di pulau Derawan ini menandingi pantai di Bali. Keindahan pulau Derawan terbukti dari pasirnya yang putih bersih, lambaian pohon palem serta warna air hijau kebiruan yang membuat suasana pulau semakin hangat. Untuk dapat mencapai Derawan, Terlebih dahulu para pelancong terbang menuju Balikpapan. Setelah diBalikPapan, Dari Balikpapan terbang lagi menuju Tanjung Redebdengan menaiki pesawat terbang dari maskapai penerbangan Deraya, KAL Star atau DAS. Selain lewat udara, Tanjung Redeb juga bisa dicapai melalui laut dengan menaiki kapal laut dari Samarinda atau Tarakan dengan menyewa motorboat. Untuk kehidupan lautnya, pulau Derawan memiliki pemandangan bawah lautnya yang sangat cantik. Disana, Kita dapat menemukan kura-kura raksasa, lumba-lumba, ikan pari, dan barakuda, ubur-ubur stingless serta ikan duyung yang merupakan salah satu keragaman hayati di Dunia. Tak heran jika pulau Derawan sering dijadikan tempat wisata para penyelam. Namun, untuk menyelam di pulau Derawan, sebaiknya harus berhati-hati, pasalnya Di sini juga merupakan tempat bersarangnya kura-kura hijau langka dan berbahaya.

Disekitar pulau ini, telah teridentifikasi 28 titik yang dapat dijadikan tempat penyelaman. Dr. Carden Wallace dari Museum Tropis Queensland, Australia, yang pernah meneliti kekayaan laut di Pulau Derawan mengatakan bahwa ada lebih dari 50 jenis hewan laut dalam satu terumbu karang. Hal inilah yang membuat pulau Derawan menjadi pulau ketiga teratas di dunia sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf internasional.

Pada tahun 2003 sempat dilakukan survei yang menyatakan bahwa kepulauan ini menghasilkan 832 spesies ikan karang, diperkirakan pula sedikitnya 1.051 spesies terdapat di perairan Berau. Jika mengunjungi Pulau ketika bulan purnama, maka jangan heran jika sewaktu-waktu air di pulau ini akan surut. karena pada bulan purnama, pasang surut air laut dalam kondisi maksimal. Namun bagi kamu yang menyukai kegiatan memancing, saat ini lah yang paling tepat. Karena laut sedang surut, tidak usah menyelam pun terumbu karang beserta ikan-ikannya terlihat dari permukaan. Ada cara yang unik untuk memancing penyu mendatangi kita, yaitu dengan menggunakan daun pisang. Agak aneh memang, namun kabarnya para penyu sangat menyukai daun pisang tersebut. Disini juga terdapat jenis ikan langka yang bernama Napoleon, Karena langka ikan tidak boleh dipancing karena termasuk biota yang di lindungi. Jika Kamu duduk di ujung jembatan kayu, jangan heran bila Kamu menemui penyu hijau. Itu dikarenakan air di pulau ini jernih sekali, sehingga kehidupan dilaut akan tampak dipermukaan.

KECANTIKAN PULAU DERAWAN

ADMIN LBS:

Diposkan Oleh Graha | Posted In  ,  ,  ,  | Posted On 01:10

Derawan pulau di Berau Kabupaten menyelam empat atau tempat wisata bawah air pertama di Indonesia, mengalahkan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Kata Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak H untuk setiap tamu dari luar Kaltim yang mengunjungi Kantor Gubernur. Menurut Awang Faroek, pulau atraksi Derawan masuk ke Indonesia setelah jumlah menyelam empat taman laut Raja Ampat di Papua taman, laut Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Bali Barat Taman Laut di provinsi Bali, Pulau Derawan dan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Selain Pulau Derawan, Awang Faroek juga mempromosikan kepulauan lainnya di Kabupaten Berau dari mereka dan Maratua Kakaban.

“Keindahan laut di Pulau Derawan dimulai di Indonesia dan dunia yang terkenal Banyak pengunjung asing yang telah mengunjungi dan. Memuji keindahan pulau Derawan bawah air seperti bekas duta besar AS untuk Indonesia dan kunjungan para tamu kerajaan Belgia, Pangeran Henry , “katanya.

Gubernur mengusulkan agar setiap kegiatan tidak harus diadakan di Samarinda, tetapi untuk mencoba untuk melakukan kegiatan di Pulau Derawan. “Cobalah untuk mengadakan seminar atau pertemuan di Pulau Derawan, untuk fasilitas dan infrastruktur untuk menuju lokasi tersebut tersedia Sekarang Berau mampu menampung pesawat berbadan lebar Boeing yang berangkat langsung dari tujuan apapun.. Selain menyelam, jika Pulau Derawan, kita bisa berenang dengan penyu penyu yang muncul ke permukaan, “katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Firminus Kunum mengatakan, untuk lebih mempromosikan Pulau Derwan di mata Internasional, maka Juni mendatang akan dimasukkan ke dalam International Festival Pulau
Derawan yang meliputi kompetisi menyelam, foto bawah air dan kompetisi lainnya.

Pulau Derawan, kegiatan yang dapat Anda lakukan, terutama aktivitas yang berkaitan dengan wisata bahari, seperti:

* Diving: Anda dapat melihat berbagai jenis ikan seperti Hiu, Dugong atau Mermaid, hijau arracuda kura-kura, dan sebagainya.
* Berenang, Snorkeling, dan memancing
* Berjalan di sepanjang pantai
* Amati penyu hijau

Sangat mudah untuk mencapai pulau yang indah ini. Anda dapat terbang selama kurang lebih tiga jam dengan pesawat ke Balikpapan dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta atau Denpasar. Dari Balikpapan, Anda masih harus terbang ke menyelam Redeb Cape satu jam dengan pesawat Kal Star, Deraya atau DAS. Selain itu, Tanjung Redeb juga bisa dicapai melalui laut, dengan menaiki kapal dari Samarinda Tarakan ke Tanjung Redeb atau diikuti dengan menyewa perahu motor.
Dan tentu saja lebih aman Indonesia.

Read more: http://indonesianrich.blogspot.com/2010/08/beauty-derawan-islands.html#ixzz21WTwpVrC
Under Creative Commons License: Attribution

Originally posted on LAPAU BANUA SANGGAM:

Keraton Kesultanan Gunung Tabur, Tanjung Redeb

3032008

Terletak di kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Istana Kesultanan Gunung Tabur

Lambang Kesultanan Gunung Tabur

Kota Tanjung Redeb dilihat dari Keraton

Nama-nama Raja yang pernah memerintah

Foto salah seorang putri dari raja yang terakhir yang masih hidup sampai sekarang

View original

Kabupaten Berau

Kabupaten Berau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail
Kabupaten Berau
Lambang Kabupaten Berau
Lambang Kabupaten Berau
Motto: Sanggam
artinya : Sehat, Anggun, Gairah, Aman, dan Manusiawi
 
Lokasi Kalimantan Timur Kabupaten Berau.svg
Peta lokasi Kabupaten Berau
Koordinat:
Provinsi Kalimantan Timur
Ibu kota Tanjung Redeb
Pemerintahan
 – Bupati Drs. H. Makmur HAPK
 – DAU Rp. 340.428.344.000,-(2011)[1]
Luas 34.127,47 km2
Populasi
 – Total 179.444 jiwa (2010)
 – Kepadatan 5,26 jiwa/km2
Demografi
 – Kode area telepon 0554
Pembagian administratif
 – Kecamatan 13
 – Situs web http://www.beraukab.go.id/

Pemandangan Kota Tanjung Redeb

Kabupaten Berau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan TimurIndonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak diTanjung Redeb. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 34.127,47 km² dan berpenduduk sebesar kurang lebih 179.444 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting]Sejarah

Sebuah pelabuhan di Kota Tanjung Redeb

Kabupaten Berau berasal dari Kesultanan Berau yang didirikan sekitar abad ke-14. Menurut sejarah Berau, Raja pertama yang memerintah bernama Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma dan Isterinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri. Pusat pemerintahan kerajaan pada awalnya berkedudukan di Sungai Lati (sekarang menjadi lokasi pertambangan Batu Bara PT. Berau Coal).

Aji Raden Suryanata Kesuma menjalankan masa pemerintahannya tahun 14001432 dengan adil dan bijaksana, sehingga kesejahteraan rakyatnya meningkat. Pada masa itu dia berhasil menyatukan wilayah pemukiman masyarakat Berau yang disebut Banua, yaitu Banua MerancangBanua PantaiBanua KuranBanua Rantau Buyut dan Banua Rantau Sewakung.

Di samping kewibawaannya, kedudukan Aji Raden Suryanata Kesuma juga sangat berpengaruh, menjadikan dia disegani lawan maupun kawan. Untuk mengenang jasa Raja Berau yang pertama ini, Pemerintah telah mengabdikannya sebagai nama Korem 091 Aji Raden Surya Nata Kesuma yang Rayon Militer Kodam VI/TPR.

Setelah beliau wafat, Pemerintahan Kesultanan Berau dilanjutkan oleh putranya dan selanjutnya secara turun temurun keturunannya memerintah sampai pada sekitar abad ke-17. Kemudian awal sekitar abad XVIII datanglah penjajah Belanda memasuki kerajaan Berau dengan berkedok sebagai pedagang (VOC). Namun kegiatan itu dilakukan dengan politik De Vide Et Impera (politik adu domba). Kelicikan Belanda berhasil memecah belah Kerajaan Berau, sehingga kerajaan terpecah menjadi 2 Kesultanan yaitu Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

Pada saat bersamaan masuk pula ajaran agama Islam ke Berau yang dibawa oleh Imam Sambuayan dengan pusat penyebarannya di sekitar Sukan. Sultan pertama di Kesultanan Sambaliung adalah Raja Alam yang bergelar Alimuddin (18001852). Raja Alam terkenal pimpinan yang gigih menentang penjajah belanda. Raja Alam pernah ditawan dan diasingkan ke Makassar (dahulu Ujung Pandang). Untuk mengenang jiwa Patriot Raja Alam namanya diabadikan menjadi Batalyon 613 Raja Alam yang berkedudukan di Kota Tarakan.

Sedangkan Kesultanan Gunung Tabur sebagai Sultan pertamanya adalah Sultan Muhammad Zainal Abidin (18001833), keturunannya meneruskan pemerintahan hingga kepada Sultan Achmad Maulana Chalifatullah Djalaluddin (wafat 15 April1951) dan Sultan terakhir adalah Aji Raden Muhammad Ayub (19511960). Kemudian wilayah kesultanan tersebut menjadi bagian dari Kabupaten Berau.

Sultan Muhammad Amminuddin menjadi Kepala Daerah Istimewa Berau. Beliau memerintah sampai dengan adanya peraturan peralihan dari Daerah Istimewa menjadi Kabupaten Dati II Berau, yaitu Undang-undang Darurat tahun 1953 Tanggal terbitnya Undang-undang tersebut dijadikan sebagai Hari jadi Kabupaten Berau. Dengan diterbitkannya Undang-undang No. 27 tahun 1959, Daerah Istimewa Berau berubah menjadi kabupaten Dati II Berau dan Tanjung Redeb sebagai Ibukotanya, dengan Sultan Aji Raden Muhammad Ayub (1960–1964) menjadi Bupati Kepala Daerah Tingkat II Berau yang pertama.

Penetapan Kota Tanjung Redeb sebagai pusat pemerintahan Dati II Kabupaten Berau adalah untuk mengenang pemerintahan Kerajaan (Kesultanan) di Berau. Di mana pada tahun 1810 Sultan Alimuddin (Raja Alam) memindahkan pusat pemerintahannya ke Kampung Gayamyang sekarang dikenal dengan nama Kampung Bugis. Perpindahan ke Kampung Bugis pada tanggal 25 September tahun 1810 itu menjadi cikal bakal berdirinya kota Tanjung Redeb, yaitu kemudian dibadikan sebagai Hari jadi Kota Tanjung Redeb sebagaimana diterapkan dalam Perda No. 3 tanggal 2 April 1992.

Kesultanan Sambaliung

Kesultanan Sambaliung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Keraton Kesultanan Sambaliung

Kesultanan Sambaliung (sebelumnya bernama Kerajaan Tanjung) adalah kesultanan hasil dari pemecahan Kesultanan Berau, dimana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Gunung Tabur pada sekitar tahun 1810-an.[1][2] Sultan Sambaliung pertama adalah Sultan Alimuddin yang lebih dikenal dengan nama Raja Alam. Raja Alam adalah keturunan dari Baddit Dipattung atau yang lebih dikenal dengan Aji Suryanata Kesuma raja Berau pertama. Sampai dengan generasi ke-9, yakni Aji Dilayas. Aji Dilayas mempunyai dua anak yang berlainan ibu. Yang satu bernama Pangeran Tua dan satunya lagi bernama Pangeran Dipati.

Kemudian, kerajaan Berau diperintah secara bergantian antara keturunan Pangeran Tua dan Pangeran Dipati (hal inilah yang membuat terjadinya perbedaan pendapat yang bahkan kadang-kadang menimbulkan insiden). Raja Alam adalah cucu dari Sultan Hasanuddin dan cicit dari Pangeran Tua, atau generasi ke-13 dari Aji Surya Nata Kesuma.

Raja Alam adalah sultan pertama di Tanjung Batu Putih, yang mendirikan ibukota kerajaannya di Tanjung pada tahun 1810. (Tanjung Batu Putih kemudian menjadi kerajaan Sambaliung).

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting]Raja/sultan yang memerintah

[sunting]Referensi

[sunting]Sumber

[sunting]Lihat pula

[sunting]Pranala luar